Sabtu, 27 November 2010

FISIOLOG HEWAN DAN MIKROBIOLOGI PERTEMUAN 2


MIKROBIOLOGI PERTEMUAN 2
1.       PERTUMBUHAN POPULASI
Pertumbuhan adalah penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad. Pembelahan atau perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlha individu, pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya tetapi harus merupakan pembentukan jaringan bertambahnbesar jasadnya.
A.      Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan adalah meningkatnya jumlah sel atau massa sel ( berat kering sel ), waktu yang diperlukan dari satu sel menjadi dua sel sempurna disebut waktu generasi, waktu yang diperlukan oleh sejumlah sel atau massa sel menjdi dua kali jumlah/massa sel semula.
B.      Penghitungan Waktu Generasi
Waktu generasi dapat dihitung dari slope garis dalam semilogaritma kurva pertumbuhan eksponensial yaitu dengan rumus : slope = 0,301/waktu generasi
C.      Pengukuran Pertumbuhan
Pengukuran diukur dari perubahan jumlah sel atau berat kering massa sel, jumlah sel dihitung dari jumlah sel total yang tidak membedakan jumlah sel hidup atau mati dan jumlah sel hidup ( viable count ), alat untuk menghitung mikroba antara lain : alat Petroff-Houser Bacteria Counter (PHSC ), alat haemocytometer untuk menghitung khamir, spora atau sel-sel yang ukurannya relatif lebih besar dari bakteri. Pertumbuhan sel dihitung dari massa sel secara tidak langsung mengukur turbiditas ( tingkat kepekatan ) cairan medium tumbuh. Pengukuran turbiditas dapat diukur dengan alat antara lain : fotometer, spektofotometer, unit photometer.
D.      Pertumbuhan Populasi Mikroba
Pertumbuhan populasi mikroba  dibedakan menjadi dua yaitu : biakan sistem terbuka ( continous culture ) dan biakan sistem tertutup ( Batch culture ).
Fase-fase pertumbuhan antara lain : fase permulaan, fase pertumbuhan yang dipercepat, fase pertumbuhan logaritma ( eksponensial ), fase pertumbuhan yang mulai dihambat, fase stationer maksimum, fase kematian dipercepat dan fase kematian logaritma.
2.       FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan : faktor abiotik dan faktor biotik, mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fiisologi mikroba,
Faktor biotik terdiri dari suhu, kandungan air ( pengeringan ), tekanan osmosis dan ion-ion listrik, mikroba termofil obligat yaitu mikroba yang tidak tumbuh dibawah suhu 300c dan mempunyai suhu pertumbuhan optimum pada 500c, mikroba termofil fakultatif yaitu mikroba yang dapat tumbuh dibawah suhu 300c. Mikroba memerlukan kandungan air bebas untuk hidupnya , tekanan osmosis sebenarnya sangat erat hubungannya dengan kandungan air, sedangkan tekanan osmosis yang diperlukan dapat dikelompokkan menjadi mikroba osmofil, miroba halodurik dan mikroba halofil.
Faktor abiotik terdiri dari interaksi dalam satu populasi mikroba, dialam jarang sekali ditemukan biakan mikroba yang hidup sebagai biakan murni tetapi selalu berada dalam asosiasi dengan jasad-jasaad lain, interaksi ini ada dua macam yaitu ada interaksi positif dan interaksi negatif sedangkan interaksi antar berbagai macam populasi mikroba, apabila dua polpulasi yang berbeda berasosiasi maka akan timbul berbagai macam interaksi, interaksi tersebut menimbulkan pengaruh positif, negatif ataupun tidak ada pengaruh antar populasi mikroba yang satu dengan yang lain, nama-nama interaksinya adalah sebagai berikut: netralisme, komensalisme, sinergisme ( photokooperasi ), mutualisme ( simbiosis ), kompetisi, ammenssalisme ( antagonism ), predasi dan parasisitisme.
3.       NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Medium pertumbuhan adalah tempat untuk menumbuhkan mikroba, mikroba memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi dan untuk bahan pembangun sel untuk sintesa protoplasma dan bagian-bagian sel lain, susunan kimia sel mikroba relatif tetap, baik unsur kimia maupun senyawa yang terkandung didalam sel.
Fungsi nutrisi untuk mikroba yaitu setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel, unsur tersebut diberikan kedalam medium sebagai kation garam anorganik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya, jasad hidup dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padat maupun cair ( larutan ), jasad yang dapat menggunakan makana dalam bentuk padat tergolong tipe holozoik sedangkan jasad yang dapat menggunakan makanan dalam bentuk cairan ( larutan ) tergolong tipe holofilik.
Dalam garis besarnya bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu : air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor tumbuh dan sumber nitrogen.
Penggolongan mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen, Berdasarkan sumber karbon jasad dibedakan menjadi jasad otottrof dan heterototrof, berdasarkan sumber energi dibedakan jasad fototrof dan jasad khemotrof, berdasarkan sumber donor elektron dibedakan menjadi jasad litotrof dan jasad organotrof, berdasarkan kebutuhan oksigen dibedakan menjadi jasad aerob, jasad anaerob dan jasad mikroaerob.
Interaksi antar jasad dalam menggunakan nutrient, jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium, maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah, bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiosis mutualisme, dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad yang lainnya karena kedua jasad tersebut saling memerlukan faktor tumbuh etensial yang disekresikan oleh masing-masing jasad.
Medium pertumbuhan mikroba, susunan dan kadar nutrisi suatu medium untuk pertumbuhan mikroba harus seimbang agar mikroba dapat tumbuh optimal
Macam medium pertumbuhan, medium dasar basa mineral, medium sintetik, medium komplaks, diperkaya.

4.       ENZIM MIKROBA
Enzim adalah katalisator organik ( biokatalisator ) yang dihasilkan oleh sel, enzim berfungsi seperti katalisator anorganik yaitu untuk mempercepat reaksi kimia.
Mekanisme bekerjanya enzim, enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktival, energi potensial hasil reaksi menjadi lebih rendah daripada pereaksi, sehingga kesetimbangan reaksi menuju hasil reaksi, adanya enzim mengakibatkan energi aktival menjadi lebih rendah, tetapi enzim tidak mempengaruhi letak keseimbangan reaksi.
Struktur enzim, pada umumnya enzim tersusun dari protein, protein penyusun enzim dapat berupa protein sederhana atau protein yang terkuat pada gugusan non-protein, banyak enzim yang hanya terdiri dari protein saja, koenzim adalah bagian yang terikat secara lemah pada apoenzim ( protein ).
Penggolongan enzim, enzim dapat digolongkan berdasarkan tempat bekerjanya substrat yang dikatalisis, daya katalisnya dan cara terbentuknya, penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya terdiri dari endoenzim dan eksoenzim, berdasarkan daya katalis yaitu oksidoreduktase, tranfarase, hidroiase, liase, isomerase, ligase, enzim lain dengan tatanama berbeda,berdasarkan cara terbentuknya enzim konstitutif, enzim adaftif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi enzimatik, protein adalah bagian utama enzim yang dihasilkan sel, maka semua hal yang dapat mempengaruhi protein dan sel akan berpengaruh terhadap reaksi enzimatik, substrat ( reaktan ), suhu, kemasaman ( pH ), penghambat enzim 9 inhibitor ), Penghambat tidak bersaing ( non-kompetitif ), penghambat umpan balik ( feed back ), penghambat listrik .

5.       BIOENERGIK MIKROBA
Bioenergik mikroba mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikroba, mikroba melakukan proses metabolisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia yang luar biasa banyaknya, proses ini terdiri dari katabolisme dan anabolisme.
Biooksidasi dan pemindahan energi, dalam sel energi kimia terdpat dalam bentuk gugus organik berenergi tinggi, yang mengandung S atau P adenosin triposfat ( ATP ) salah satu gugus berenergi tinggi yang terpenting.
Fermentasi merupakan bagian perombakan gula secara anaerob, banyak jasaad yang dapat melakukan fermentasi lewat rangkaian reaksi kimia tertentu anatara lain : jalur Emden-Meyerhoof-Panas (EMP), jalur Entner- Doudoroff (ED), jalur Heksosa Mono Fosfat (HMF), jalur Heterofermentatif bakteri asam laktat dan jalur Metabolisme asam piruvat seacar anaerob.
Respirasi adalah proses oksidasi biologis dengan O2 sebagai aseptornya yang terakhir, siklus crebs (siklus TCA ), siklus asam glioksilat.
Fotosintesis pada fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energi, proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk mengabsorpsi energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
Penggunaan energi oleh jasad, energi digunakan dalam setiap reaksi endergonuk dan reaksi eksegonik, proses yang memerlukan energi antara lain proses biosintesis molekul kecil dan molekul makro, yang akhirnya menuju ke pertumbuhan dan pembiakan, penyerapan unsur makanan, gerak dsb.
Katabolisme makromolekul terdiri dari peruraian karbohidrat, peruraian lemak, peruraian protein dan peruraian asam nukleat. 
FISIOLOGI HEWEAN
PERTEMUAN 2
1.    FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR
Organisme menerima rangsang dari luar dan rangsang dari dalam tubuh. Dalam menanggapi rangsang ada 3 komponen yang harus dimiliki oleh system syaraf yaitu efektor(alat penerima rangsang atau impuls),penghantar impuls dan efektor(bagian yang menanggapi impuls). Struktur Reseptor: Reseptor syaraf(sederhana dan rumit) dan bukan syaraf. Jenis Rangsang: kemoreseptor(berasal dari kimia),Termoreseptor(berasal dari panas),Mekanoreseptor(berasal dari mekanik),Fotoreseptor(berasal dari cahaya),Magnetoreseptor(berasal dari magnet) dan Elektroreseptor(berasal dari listrik).
Lokasi Rangsang: Interoreseptor dan eksteroreseptor. Pada reseptor terjadi perubahan elektrokimia menjadi energy listrik dan potensial aksi. Cara berfungsinya potensial aksi yaitu reseptor menuju membrane reseptor terjadi pristiwa elektrokimia sehingga menyebabkan potensial aksi pada potensial reseptor kemudian potensial reseptor menjadi besar menuju membrane lainnya ke potensial generator dank e membrane lainnya yaitu ke sel syaraf aferen.
Terjadi perbedaan kemampuan reseptor beradaptasi terhadap rangsang, reseptor beradaptasi dengan cepat disebut adaptasi fasika sedangkan reseptor beradaptasi dengan lambat disebut adaptasi tonik. Sebuah reseptor phasic adalah reseptor sensorik yang beradaptasi dengan cepat terhadap rangsangan. Respon sel berkurang sangat cepat dan kemudian berhenti. Ini tidak memberikan informasi tentang durasi stimulus, melainkan beberapa dari mereka menyampaikan informasi tentang perubahan yang cepat dalam intensitas stimulus dan tingkat. Contoh dari reseptor phasic adalah sel Pacinia. Sebuah reseptor tonik adalah reseptor sensorik yang perlahan-lahan beradaptasi terhadap rangsangan dan terus menghasilkan potensial aksi selama masa rangsangan. Dengan cara ini menyampaikan informasi tentang durasi stimulus. Beberapa reseptor tonik secara permanen aktif dan menunjukkan tingkat latar belakang. Contoh reseptor tonik tersebut reseptor nyeri, kapsul sendi, dan otot spindle.
Efektor yaitu alat penghasil tanggapan, proses tanggapan(tanggapan perubahan gerak,warna dan pelepasan arus listrik(terjadi hanya pada ikan)).

2.    FISIOLOGI ENDOKRINOLOGI
Ada empat tujuan penting dalam system endokrin yaitu: Homeostatis, Mengatasi stress, Pertumbuhan dan perkembanganReproduksi
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormone beserta aktivitasnya. Hormon satu dari system komunikasi utama dalam tubuh meskipun kadarnya hanya dalam jumlah yang sangat kecil namun dapat menjalankan atau menghentikan proses-proses metabolik. Hormon yaitu senyawa kimia, ada dalam darah dengan kadar yang sangat rendah, fungsinya pengatur metabolism jaringan dan disekresi langsung oleh sel khusus oleh kelenjar endokrin. Sistem neuroendokrinologi bekerja sama antra system syaraf dengan system endokrin perbedaan cara kerjanya pada system syaraf, transmisi elektrik dan waktu respons cepat sedangkan pada system endokrin transmisi lambat dan waktu respons lambat. Efek hormone terhadap tubuh hewan yaitu reseptor khusus menuju organ sasaran ikatan sesuai dan tepat sehingga adanya efek biologis dan berperan dalam aktivitas kehidupan antara lain: pergantian kulit, reproduksi, pengeluaran, regenerasi, komposisi darah, pertumbuhan, perkembangan, peredaran darah, denyut jantung dan osmoregulasi semua aktivitas tersebut bekerja sama dengan system syaraf. Mekanisme kerja hormone reseptor khusus adanya aktivitasi enzim di sel sehingga reseptor sesuai dan tepat diperantai oleh duta kedua menuju ke sel sasaran sehingga metabolism dan fungsi sel aktif tanggapan nya berupa efek biologis.           
Komponen penyusun system organ endokrin sel neurosekretori(berbentuk seperti sel syaraf) sedangkan sel endokrin sejati(berbentuk tidak seperti sel syaraf). Klasifikasi hormone : Berdasarkan struktur kimia(hormone protein,steroid, asam amino dan zat kimia yang menyerupai hormone misalnya bradikinin,eritropuitin,hormone thymic dan feromon), Berdasarkan fungsi(hormone perkembangan,metabolism,trofik,pengatur metabolism mineral dan air, pengatur system kardiovaskuler).
System hormone dan pengaturannya
Tahapan proses sintesis hormone: tahap pertama, hormone disintesis didalam RE kasar terdiri dari poliribosom dan melekat pada kantung(sacculus).tahap kedua,melalui sisterne hormone dihantar ke apparatus golgi selanjutnya elemen transisi akan masuk kedalam apparatus golgi. Tahap ketiga, dalam apparatus golgi dibentuk butir-butir sekretoris yang mengandung hormone yang masih sedikit,selanjutnya seiring waktu akan menjadi dewasa. Tahap keempat, setelah dewasa buti-butir sekretoris kemudian dihantar ke membrane plasma selanjutnya terjadi difusi antara membrane plasma dengan butir-butir sekretoris dan akhirnya akan terjadi sekresi hormone yang terdapat didalam butir-butir sekretoris dengan jalan eksositosis ke dalam cairan ekstraseluler. Sintesis hormone protein langkah-langkah sintesis transkripsi dan translasi.
System endokrin pada hewan invertebrate tidak punya organ sekresi hormon sehingga di gantikan oleh sel neurosekretori fungsinya untuk pertumbuhan,perkembangan,regenerasi,reproduksi,osmoregulasi,laju denyut jantung,komposisi darah dan pergantian kulit.
System endokrin pada hewan vertebrata hipotalamus(kelenjar induk), kelenjar endokrin tepid an pituitary.

3.    FISIOLOGI PENCERNAAN

System pencernaan adalah portal untuk nutrisi mendapatkan akses ke system peredaran darah  bahan pangan yang dipecah menjadi molekul sangat sederhana dihasilkan gula, asam amino, asam lemak kemudian diangkut melintasi lapisan saluran pencernaan kedalam darah. Bahan makanan khusus hewan tergantung pada jenis system pencernaan yang mereka miliki.
Sistem pencernaan: Bahan makanan dalam system makanan mengalami proses pencernaan menjadi molekul sederhana kemudian diserap oleh tubuh kemudian homeostatis pun terjaga.
Cara memperoleh makanan, Berdasarkan kemampuan:
Hewan heterotrop yaitu kemampuan untuk mensintesis senyawa organic sangat terbatas dan berusaha memenuhi semua kebutuhan dari tumbuhan dan hewan lain.
Hewan mesotrop yaitu hewan yang dapat mensintesis sendiri senyawa organic esensial, namun masih memerlukan factor pertumbuhan yang tidak dapat disentesis sendiri sehingga tetap memerlukan senyawa organic dari sumber lain. Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi tergantung pada susunan alat pencernaan dan kemampuan menyerap makanan. Hewan yang hidup menetap mendapatkan makanan dengan cara menjaring(trapping method) dengan alat “knidoblas” atau nematosit yang dilengkapi racun.
Hewan “non selective feeder” yaitu hewan ini tanggap terhadap senyawa kimia atau rangsang,hewan filter feeding yang tidak memilih makanan mekanisme menyaring dapat diaktifkan atau dihentikan sedangkan hewan selective feeder hewan filter feeding yang memilih dan menggunakan makanan secara selective dengan cara menangkap atau memangsa. Cara memperoleh makanan harus didukung oleh alat yang memadai.
Fungsi organ pencernaan makanan: Ingesti yaitu memasukkan makanan kedalam tubuh, Digesti yaitu mengubah bahan makanan kompleks menjadi sederhana, Absorpsi yaitu menyerap hasil pencernaan dan membawanya kedalam darah, Eliminasi yaitu mengeluarkan makanan yang tidak tercerna dan tidak diserap oleh tubuh.
Pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna didalam saluran yang sudah berkembang dengan baik. Pencernaan makanan berlangsung didalam organ gastrointestinal(secara ekstraseluler). System gastrointestinal tersusun atas berbagai organ yang secara fungsional dibedakan menjadi:
Daerah penerimaan(mulut,oesopagus),penyimpanan(lambung),pencernaan dan penyerapan nutrient,penyerapan air dan ekskresi.
Khusus organ unggas: crop, gizzard,proventiculus,dan cloaca.
Pencernaan  makanan terdiri dari pencernaan kerbohidrat,pencernaan protein dan pencernaan lemak.
Penyerapan sari makanan terdiri dari penyerapan karbohidrat(monosakarida),penyerapan protein(asam amino)dan penyerapan lipid(gliserol).
Proses pasca penyerapan makanan
Setelah sampai didalam sel, sari makanan(karbohidrat,protein dan lipid) akan dimetabolisme lebih lanjut dan digunakan untuk menghasilkan ATP, terutama melalui siklus krebs(siklus asam sitrat), makanan yang masuk kedalam tubuh akan mengalami berbagai proses antara lain:
Pada mulanya, bahan makanan yang terdiri atas karbohidrat, lipid, dan protein dicerna menjadi gula, asam amino, asam lemak, dan gliserol. Hasil-hasil pencernaan tersebut selanjutnya diserap oleh sel epitel mukosa usus, dan diteruskan ke darah(langsung ke pembuluh darah atau melalui pembuluh lacteal terlebih dahulu) hingga akhirnya sampai k easel tubuh.



4.    FISIOLOGI SIRKULASI

System sirkulasi mempunyai fumgsi antara lain: Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen, Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera, Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh, Menyebarkan tekanan/ kekuatan. System sirkulasi pada hewan tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan pada hewan tingkat rendah sederhana sedangkan pada hewan tingkat tinggi sudah lebih lengkap.
Komponen system sirkulasi
System sirkulasi tersusun atas 3 komponen penting yaitu: jantung, pembuluh dan cairan tubuh.
1.     Jantung

Komponen system sirkulasi yang berfungsi sebagai pompa penggerak cairan tubuh disepanjang pembuluh.
2 jenis jantung: jantung tubuler/vaskuler dan jantung berongga.
·          Jantung tubuler/vaskuler, terdapat pada hewan invertebrate bentuk sederhana dan tidak memiliki klep bekerja secara kontruksi peristaltic sehingga disebut juga jantung peristaltic.
·          Jantung berongga, terdapat pada hewan vertebrata merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh dan mampu memprtahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep,gerakan memompa jantung merupakan kekuatan utama yang menjamin kelancaran aliran darah kontraksi otot jantung terjadi secara periodic.
Kontraksi miogenik yaitu kontraksi yang diawali kekuatan dari dalam otot jantung itu sendiri akibat pengaruh system syaraf otonom atau hormon.
Factor-faktor yang mempengaruhi ritme denyut jantung: Rangsang kimiawi seperti hormon dan perubahan kadar O2 dan CO2 ataupun rangsang panah, Hormon Adrenalin meningkatkan kontraksi jantung, Hormon Asetilkolin menurunkan denyut jantun, Peningkatan kadar CO2 meningkatkan kontraksi jantung, Berbagai rangsang psikis mempengaruhi kecepatan denyut jantung.

2.     Pembuluh
Saluran yang akan dilewati/dilalui oleh cairan yang beredar keseluruh tubuh, melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Pembuluh darah yaitu saluran khusus untuk mengalirkan darah antara lain: Arteri, vena dan kapiler. Arteri dan vena tersusun atas 3 lapisan jaringan melingkar dan membentuk saluran/lumen dibagian tengahnya. Nama lapisan dari arah dalam keluar ialah tunika intima(endotelium), tunika media dan tunika adventitia. Pembuluh kapiler hanya tersusun oleh tunika intima. Kapiler merupakan pembuluh darah terkecil dalam system sirkulasi fungsinya tempat pertukaran gas dengan zat lainnya antara pembuluh darah dan sel jaringan karena struktur sangat tipis dan hanya satu lapis sel endothelial, total luas permukaannya yang sangat besar.

3.     Cairan tubuh
      Fungsi umum darah: mempertahankan kondisi lingkungan dalam keadaan relative konstan,
Mekanismenya disebut Homeostatis. Fungsi khusus darah: mensuplai zat- zat makanan dari saluran pencernaan ke jaringan-jaringan,mensuplai oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan,membawa dan membuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan-jaringan ke organ-organ ekskresi,mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat lain yang mengantur fungsi sel dan membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh.
Cairan darah, cairan dalam pembuluh darah yang beredar keseluruh tubuh mulai dari jantung dan segera kembali ke jantung.
Kandungan zat terlarut didalam plasma darah:
·          Nutrient: glukosa, monosakarida, asam amino dan lipid
·          Bahan untuk dibuang: urea dan senyawa nitrogen
·          Berbagai ion, misalnya natrium, kalium dan sulfat
·          Bahan lain yang terdapat dalam darah, mis hormon,gas respiratori, vitamin dan enzim
·          Protei plasma: albumin, globulin dan fibrinogen.
Mekanisme system sirkulasi terbuka: Relaksasi otot jantung(tekanan negative dalam rongga jantung),terjadi kekuatan mengisap darah secara aktif sehingga cairan tubuh tersaring dan secara perlahan kembali ke jantung melalui ostia(lubang pada jantung)terjadi gelombang peristaltic pada dinding aorta yang mendorong darah ke arah kepala,darah akan keluar dan mengalir bebas diantara sel jaringan. Mekanisme system sirkulasi tertutup:  jantung bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus-menerus,tekanan dipertahankan tetap tinggi mengakibatkan darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat akibatnya darah mengalir secara langsung ke setiap sel tubuh,pasokan sari makanan dan oksigen dalam jumlah yang memadai ketiap sel proses metabolisme dapat terselenggara dengan baik.
FISIOLOGI RESPIRASI
Respirasi terdiri dari respirasi internal dan respirasi eksternal, Respirasi seluler: respirasi anaerob ATP yang dihasilkan tanpa oksigen,ATP yang dihasilkan tidak banyak sedangkan respirasi aerob ATP yang dihasilkan dengan oksigen,ATP dihasilkan 36-38 molekul. Penganturan respirasi, prosesnya diatur oleh syaraf sehingga mencukupi O2 dan membuang CO2 secara kimiawi dan sarafi menjaga keseimbangan kadar oksigen dan kadar karbondioksida dalam tubuh.
Organ respirasi akuatik: kulit(inaktif) dan insang(aktif),insang dalam(ikan hewan air)insang luar(larva katak). Organ respirasi pada ikan terdapat kantong udara fungsinya mengatur daya apung tubuh hewan(buoyancy) agar dapat bergerak naik atau turun berperan dalam proses respirasi,mekanismenya mensekresikan gas(sebagian oksigen)atau mengabsorpsinya kembali sehingga gelembung udara akan menyusut atau mengembang.
Organ respirasi terrestrial: paru-paru difusi(modifikasi dari insang, pertukaran gas tidak dipengaruhi oleh pertukaran udara,tetapi oleh laju difusi gas,struktur berupa rongga mantel contoh bekicot tidak bercangkang),paru-paru buku(ditemukan pada arakhnida contoh laba-laba dan kalajengking), trachea(organ pernapasan pada insecta) dan paru-paru alveoler(amfibia masih sederhana dan kurang elastic,aves dan reptil).
Mekanisme respirasi, mekanisme inspirasi yaitu pembesaran rongga thorax yang diikuti mengembangnya paru-paru sehingga tekanan dalam paru-paru lebih rendah dari tekanan udara luar,akibatnya udara mengalir masuk ke dalam paru-paru. Mekanisme ekspirasi yaitu pengecilan dari rongga thorak dan paru-paru yang diikuti oleh pengeluaran dari paru-paru.
Transport zat dalam system respirasi yaitu transport O2 dan CO2
Fungsi lain system respirasi cara chloride shift mekanisme untuk menjaga keseimbangan elektrik antara plasma darah dan sel darah merah, mengatur perpindahan ion Cl- kea rah tertentu sebagai imbangan bagi kepindahan ion HCO3- kearah yang berlawanan dengan arah yang ditempuh ion Cl -.
Keuntungan dan kerugian hewan yagan dankerugian hidup di akuatik dan terrestrial:
·          Hewan akuatik mengeluarkan energy lebih banyak daripada hewan terrestrial untuk mendapatkan oksigen
·          Hewan yang bernapas di udara harus mengeluarkan energy tambahan untuk melawan gaya gravitasi
·          Hewan yang bernapas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik
·          Hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 ke lingkungannya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar