Rabu, 05 Januari 2011

FISWAN SISTEM EKSKRESI DAN MIKROBIOLOGI ALGAE


SISTEM EKSKRESI
Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi adalah pengeluaran sisa hasil metaolisme dalam tubuh. Zat-zat yang dikeluarkan pada hewan tediri  air, dan sisa-sisa metabilisme seperti CO2 dan ureum. Co2 dikeluarkan melalui alat pernafasan, sedang yang lainnya melalui alat ekskresi. Pada manusia, alat ekskresinya terdiri dari : paru-paru, ginjal, hati dan kulit. pada pasal ini yang dibicarakan hanya kulit dan ginjal.
Pada hewan terdapat kelompok dalam organ pengeluaran hewan yang dibagi menjadi dua yaitu organ pengeluaran umum dan organ pengeluaran khusus.
Organ pengeluaran Umum terdiri dari vakuola kontraktil, saluran tubulus, organ nefridia, tubulus malpighi, kelenjar hijau dan Nefron.
Vakuola kontraktil yaitu suatu organela yang berbentuk bulat yang berisi cairan dan dibatasi oleh membran, vakuola kontraktil dimiliki oleh binatang karang seperti pada protozoa ekskresi dilakukan oleh vakuola berdenyut atau vakuola kontraktil yang bekerja dengan cara mengatur tekanan osmotik, karena cairan tubuhnya bersifat hiperosmotik sehingga cenderung kemasukan air dalam jumlah besar dan harus dibuang, kecepatan pengeluaran air berkorelasi dengan konsentrasi osmotik cairan lingkungan, artinya apabila konsentrasi cairan lingkungan menurun (lebih encer) laju masuknya air ke dalam tubuh meningkat sehingga hewan harus bekerja keras untuk mengeluarkannya dengan cara membran vakuola berdifusi dengan membran sel, sehingga air dapat dikeluarkan.
Organ nefridia dibagi menjadi protonefridia yaitu organ pengeluaran yang berbentuk pipa tertutup dan tidak berhubungan dengan rongga tubuh hewan yang dilengkapi silia ada yang memiliki satu silia yang disebut dengan solenosit dan ada yang memiliki beberapa silia yang disebut dengan sel api atau flame sel seperti pada vermes dilakukan oleh sel api yang menyebar pada seluruh tubuh, pada nemathelminthes dan annelida dilakukna melalui nefridium, yaitu sel api yang terkumpul.
Metanefridia yaitu organ pengeluaran yang mempunyai lubang bersilia yang terbuka ke arah rongga tubuh dan berhubungan dengan lingkungan melalui nefridiofor, yang befungsi untuk melakukan ultrafiltrasi, reabsorpsi dan sekresi yang menghasilkan urine encer.
Tubulus malpighi yaitu organ saluran yang salah satu ujungnya buntu, sedangkan ujung lainnya membuka ke arah usus terletak di antara usus tengah dan rektum tersebar di rongga tubuh yang penuh cairan (hemosol) dan jumlahnya bervariasi ditemukan pada insekta.
Kelenjar hijau yaitu organ saluran yang salah satu ujungnya buntu, sedangkan ujung lainnya membuka ke arah usus terletak di antara usus tengah dan rektum tersebar dirongga tubuh yang penuh cairan (hemosol) dan jumlahnya bervariasi ditemukan pada insekta
Kelenjar hijau atau kelenjar antena adalah organ pengeluaran yang terletak di daerah kepala, memiliki kantong yang berujung buntu (the end-sac) yang berhubungan dengan saluran nefridiaTerendam di antara cairan selomik ditemukan pada Krustasea
Kelenjar hijau pada krustasea kelenjar antena berfungsi untuk aliran cairan tubuh dan penyaringan cairan yang melewati pundi-pundi, saluran nefridia yaitu tempat untuk reabsorpsi ion, labirin yaitu tempat untuk reabsrpsi air.
Proses pengeluaran urine pada krustasea yaitu urine awal masuk ke dalam saluran nefridia kemudian didalam saluran nefridia urine diabsorpsi oleh air dan zat setelah itu urine ditampung dalam saluran kemih kemudian urine dikeluarkan dari tubuh melalui lubang pengeluaran.
Pada porifera dilakukan melalui permukaan tubuh, pada coelenterata dilakukan melalui permukaan tubuh, pada vermes dilakukan oleh sel api yang menyebar pada seluruh tubuh, pada molusca dilakukan oleh nefridium, pada arthopoda dilakukan oleh nefridium, yang lain dengan saluran malphigi.
Nefron yaitu organ fungsional terkecil penyusun ginjal yaitu organ pengeluran pada hewan vertebrata, ditip unit nefron memiliki badan malpighi, tubulus proksimal, tubulus distalis, glomerulus, lengkung henle dan tubulus pengumpal.  Pada hewan vertebrata semuanya sama yaitu melalui: ginjal/ren. Ginjal memiliki fungsi utama sebagai alat mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen seperti urea, kreatin, amonia dll. Ginjal terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
-          Korteks : badan malphigi terdiri atas kapsula bowman dan glomerulus kontortus dan kolektivus
-          Medulla : mengandung tubulus kolektivus
-          Pelvis renalis : rongga penampung urine
Ginjal pada vertebrata berfungsi untuk membentuk urine dengan cara sekresi, reabsorpsi dan filtrasi, dimulai dari tubulus proksimal dan berlangsung reabsorbsi zat masih berguna dan sekresi urea ke urine sehingga urine menjadi pekat. Reabsorpsi zat dipengaruhi oleh Hormon ADH (Anti Diuretic Hormone) dapat meningkatkan permeabilitas membran sel.
Ginjal mengeluarkan sisa metabolisme dalam cairan yang disebut urine. Urine mengandung air, ureum, bilirubin, zat yang berlebih (garam mineral, vitamin dan hormon), dan zat yang teresorpsi tapi tidak diperlukan  (aroma dan zat warna).  Ginjal terletak dikanan – kiri tulang pinggang. Ginjal kiri lebih tinggi daripada ginjal kanan, karena disebelah kanan ada hati.
Dalam kondisi normal tubuh hewan mengekskresi urine  kecuali pada hewan ikan hiu, katak dan  urine diabsorpsi dan masuk kembali ke dalam sistem sirkulasi kemudian tubulus ginjalnya permeabel terhadap urea, sehingga urea akan berdifusi masuk kembali kedalam darah, yaitu untuk menjaga keseimbangan osmosal total dalam darah dan osmoregulasi, tanpa urea ikan hiu dan ikan pari tidak dapat bertahan hidup.
Ureter yaitu saluran urine dari ginjal ke vesica urinaria, Uretra saluran dari vesika urinaria ke luar, Medula yaitu terdiri dari piramida-piramida yang merupakan berkas dari pembuluh penyalur urine (tubula kolekta). Tiap tubula kolekta bermuara pada papil (puncak dari piramid), Pada korteks terdapat nephron yang berfungsi untuk memisahkan urine dari darah. Pelvis yaitu piala ginjal, rongga  dalam ginjal.
Pada korteks terdapat dapat malpighi yaitu alat untuk memisahkan cairan yang akan dibuat dari darah. Glomerulus yaitu kumpulan arteriola dimana plasma dapat keluar dari pembuluh darah akibat denyut jantung (filtrasi). Zat yang tidak dapat keluar dari darah pada waktu filtrasi ialah protein dan eritrosit.
Proses pemisahan urine dari darah :
Badan malpighi menyaring semua zat yang larut dalam plasma, kecuali protein dan eritrocyt yang tidak dapat keluar dari badan malpighi. Proses ini dinamakan filtrasi. Cairan yang telah disaring oleh badan malpighi disebut urine primer (filtrat malpighi). Urine primer ini pada tubula kontorti akan mengalami :
a.       Resopsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang diperlukan
b.      Absorpsi yaitu penyerapan kembali sebagian airnya
c.       Augmentasi yaitu penambahan zat yang tidak diprlukan
Hasil penyaringan ini disebut urine sekunder (urine yang keluar dari tubuh). Urine sekunder disalurkan kedalam tubula kolekta kemudian menetes pada pelvis. Urine sekunder kemudian mengalir melalui ureter dan ditampung dalam vesica urinaria.
Organ pengeluaran khusus terdiri dari kelenjar garam, insang dan hati pada vertebrata.
Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.
Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh, zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati menjadi bagian dari sistem ekskresi karena menghasilkan empedu dan mengeluarkan zat racun bersama dengan getah empedu. Demikian juga kreatinin hasil pemecahan protein, pembuangannya diatur oleh hati kemudian diangkut oleh darah ke ginjal.
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh sebagai organ ekskresi menghasilkan zat warna empedu .
Kulit merupakan lapisan terluar tubuh yang mengeluarkan keringat, kulit berfungsi untuk pelindung terhadap kerusakan mekanik, pengaruh zat kimia, pengaruh sinar, bibit penyakit dan suhu. Kulit sebagai alat ekskresi yang membantu ginjal.
Tubuh hewan yang sangat toksin harus dikeluarkan dengan salah satu dari tiga cara yaitu :
a.       Dikeluarkan tanpa diubah
b.      Diubah terlebih dahulu menjadi urea dan kemudian dikeluarkan
c.       Diubah menjadi asam urat lalu dikeluarkan
Pengeluaran senyawa nitrogen dalam bentuk amonia amonia (toksik) akan mengubah metabolisme intra sel yaitu mengubah fungsi enzim protein, hewan amonotelik ikan teleostei siklostomata invertebrata akuatik dalam pembentukan amonia tidak terdapat suatu masalah karena amonia mudah terlarut dalam air, mudah menembus membran sel dan segera keluar dari tubuh.
Pengeluaran senyawa nitrogen dalam urea, urea hasil sisa bernitrogen pada hewan terestrial vertebrata dan invertebrate (Hewan Ureotelik) senyawa yang mudah larut dalam air toksisitasnya lebih rendah daripada amonia.
 Dalam kondisi normal tubuh hewan dapat mekskresi urine, kecuali pada hewan ikan hiu, ikan pari dan katak urine direabsorbsi dan masuk kembali ke sistem sirkulasi kemudian Tubulus ginjalnya permeabel terhadap urea sehingga urea akan berdifusi masuk kembali ke dalam darah Menjaga keseimbangan nilai osmosal total dalam darah dan osmoregulasi Tanpa urea ikan hiu dan ikan pari tidak dapat bertahan hidup.
Pengeluaran senyawa nitrogen dalam bentuk asam urat tubuh asam urat hewan diekskresi hewan urokitelik seperti burung, insekta, reptilia dan siput darat, yang pembentukan asam urat dianggap sbagai keberhasilan adaptasi hidup didarat.
Cairan yang mengandung air asam urat akan diabsorbsi dalam garam dan asam urat dan akan terdapat endapan yang tertinggal, kemudian akan diekskresikan dan hanya memerlukan air sangat sedikit sehingga efisien. 








MIKROBIOLOGI ALGAE

1.        Pengertian algae
Alga (jamak Algae) adalah sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki "organ" seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya). Karena itu, alga pernah digolongkan pula sebagai tumbuhan bertalus.
Istilah ganggang pernah dipakai bagi alga, namun sekarang tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kekacauan arti dengan sejumlah tumbuhan yang hidup di air lainnya, seperti Hydrilla.
Dalam taksonomi yang banyak didukung para pakar biologi, alga tidak lagi dimasukkan dalam satu kelompok divisi atau kelas tersendiri, namun dipisah-pisahkan sesuai dengan fakta-fakta yang bermunculan saat ini. Dengan demikian alga bukanlah satu kelompok takson tersendiri.
2.        Ciri umum Algae
Ganggang (alga) umumnya hidup di air, tempat gelap atau bersimbiosis dengan organisme lain. Alga dimasukkan kedalam tumbuhan thallus (thallophyta) karena tidak memiliki bagian-bagian seperti akar, batang dan daun yang sesungguhnya.
Ukuran tubuh alga bervariasi, ada yang mikroskopik dan ada juga yang dapat mencapai panjang sampai beberapa meter. Demikian juga bentuknya bervariasi ada yang berbentuk benang, lembaran seperti daun. Bahkan ada yang seperti tumbuhan tinggi memiliki bagian-bagian yang menyerupai akar, batang dan daun.
Semua alga didalam selnya mengandung klorofil dan pigmen lain (karoten, xantofit, fikoeritrin) yang terdapat dalam kloroplas atau kromoplas. Struktur kloroplas dan kromoplas berbeda-beda.
Alga memiliki ciri-ciri ukuran sangat beragam tubuh algae disebut talus, talus terdiri atas: uniseluler dan multiseluler bersifat eukariotik dan inti selnya memiliki membran mengandung klorofil untuk fotosintesis bersifat autotrof, reproduksiAseksual: pembelahan sel dan fragmentasi Seksual: isogami, anisogami, dan oogami.
3.        Reproduksi

Algae bereproduksi secara aseksual yaitu framentasi yaitu setiap potongan filamen dapat tumbuh menjadi individu baru, oedogonium dilakukan dengan membentuk zoospora, tiap satu sel vegetatif hanya menghasilkan satu zoospora yang berflagel banyak dan tersusun melingkar pada salah satu ujungnya, aplanospora dan secara seksual dengan cara plasmogami yaitu peleburan plasma yang diikuti dengan kariogami (peleburan inti), oogami yaitu perkawinan antara sel telur yang dihasilkan oleh oogonium dan spermatozoid yang dihasilkan oleh anteridium, konyugasi yaitu peleburan dua gamet yang tidak jelas jenis kelaminnya, anisogamy.

4.        Dasar Klasifikasi Algae
Dalam pustaka-pustaka lama, alga selalu gagal diusahakan masuk dalam satu kelompok, baik yang bersel satu maupun yang bersel banyak. Salah satu contohnya adalah pemisahan alga bersel satu (misalnya Euglena ke dalam Protozoa) dari alga bersel banyak (ke dalam Thallophyta). Belakangan disadari sepenuhnya bahwa pengelompokan sebagai satu klad tidak memungkinkan bagi semua alga, bahkan setelah dipisahkan berdasarkan organisasi selnya, karena sebagian alga bersel satu lebih dekat berkerabat dengan alga bersel banyak tertentu.
Saat ini, alga hijau dimasukkan ke dalam kelompok (klad) yang lebih berdekatan dengan semua tumbuhan fotosintetik (membentuk klad Viridiplantae). Alga merah merupakan kelompok tersendiri (Rhodophycophyta atau Rhodophyceae); demikian juga alga pirang (Phaeophycophyta atau Phaeophyceae) dan alga keemasan (Chrysophyceae.
Dasar untuk mengklasifikasikan algae berdasarkan Pigmen : susunan kimianya, produk makanan cadangan : kimianya, flagela (jika ada) : jumlah dan morfologinya , dinding sel : kimia dan sifat-sifat fisiknya, organisasi sel dimana setiap sel mempunyai perangkat sel yang bervariasi (misal ada yang dilengkapi stigma, pirenoid, dan lain lain), sejarah hidup (rangkaian perubahan yang lengkap pada suatu organisme) dan reproduksi.
Berdasarkan zat warna yang dimilikinya, alga dibedakan menjaadi empat divisio yaitu alga hijau (chlorophyta), alga keemasan (chrysophyta) alga cokelat (phaeophyta) dan alga merah (rhodophyta).
Alga prokariotik
Alga biru-hijau kini dimasukkan sebagai bakteri sehingga dinamakan Cyanobacteria ("bakteri biru-hijau", dulu disebut Cyanophyceae, "alga biru-hijau") Dengan demikian, sebutan "alga" menjadi tidak valid. Cyanobacteria memiliki struktur sel prokariotik seperti halnya bakteri, namun mampu melakukan fotosintesis langsung karena memiliki klorofil. Sebelumnya, alga ini bersama bakteri masuk ke dalam kerajaan Monera. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya diketahui bahwa ia lebih banyak memiliki karakteristik bakteri sehingga dimasukkan ke dalam kelompok bakteri benar (Eubacteria). Sebagai tambahan, beberapa kelompok organisme yang sebelumnya dimasukkan sebagai bakteri, sekarang malah dipisahkan menjadi kerajaan tersendiri, Archaea

Alga eukariotik
Diagram yang menggambarkan teori mengenai evolusi alga (dan tumbuhan) masa kini yang banyak didukung.
Jenis-jenis alga lainnya memiliki struktur sel eukariotik dan mampu berfotosintesis, entah dengan klorofil maupun dengan pigmen-pigmen lain yang membantu dalam asimilasi energi. Dalam taksonomi paling modern, alga-alga eukariotik meliputi filum/divisio berikut ini. Perlu disadari bahwa pengelompokan semua alga eukariotik sebagai Protista dianggap tidak valid lagi karena sebagian alga (misalnya alga hijau dan alga merah) lebih dekat kekerabatannya dengan tumbuhan daripada eukariota bersel satu lainnya.
5.        Macam-macam Algae
Alga hijau merupakan divisio terbesar terdiri dari alga mikroskopis dan makrokopis. Selain klorofil, alga hijau mengandung karoten dan xantofil, tetapi klorofil merupakan pigmen yang dominan sehingga berwarna hijau. Hidup diair tawar dan air asin bermanfaat sebagai sumber makanan, pelengkap suplemen / makanan dan zat penyusun dinding selnya adlah selulosa, contoh: spirogyra, ulotrhix, oedogonium, ulva lactuva dan chara.
Alga keemasan berwarna keemasan karena mengandung karoten dan xantofil dalam jumlah banyak dibanding dengan klorofil. Klorofil berbentuk pita, cakram atau oval. Dinding sel umumnya mengadung silika (SiO2) atau kersik. Hidup diair tawar, laut dan tempat yang lembab. Berkembang biak secara seksuak dan aseksual, contoh : vaucheria.
Alga cokelat berbentuk benang atau lembaran bahkan ada yang menyerupai tumbuhan tinggi. Umumnya alga cokelat bersifat makroskopis, mengandung pigmen klorofil, xantofil dan karoten. Hidup diair laut terutama di laut yang dingin dan jarang ditemukan di air tawar. Berkembang biak secara aseksual (fragmentasi, pembentukan spora (aplanospora dan zoospora) dan seksual (isogami, anisogami atau oogami).
Alga merah hidup dilaut dan banyak terdapat dilaut tropika. Pada umumnya alga jenis ini multiseluler dan makroskopis, mengandung pigmen klorofil, karoten dan fikoeritrin). Berkembang biak secara aseksual (aplanospora dan jarang terjadi fragmentasi), secara seksual (oogami).
Diatom (dari bahasa Yunani dia yang berarti ' through ' dan tomos yang berarti ' cutting ') adalah suatu kelompok besar dari alga plankton yang termasuk paling sering ditemui. Kebanyakan diatom adalah bersel tunggal, walaupun beberapa membentuk rantai atau koloni. Sel diatom dilapisi dinding sel unik yang terbuat dari silika. Diatom memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis.

6.        Arti penting Algae
Algae mempunyai arti penting yaitu sebagai fitoplankton, hasil fotosintesis berupa oksigen dimanfaatkan untuk respirasi aerobikAlgae tanah untuk stabilitasi dan perbaikan sifat fisik tanah, sumber pupuk: algae merah dan algae coklat, bahan penggosok : Diatom (lihat slide berikutnya) sumber vitamin: ganggang hijau mengandung vitamin B1, C, dan K banyak.
Sebagai media kultur biologis: ganggang merah, algae Prototheca: patogen pada manusia menyebabkan infeksi/peradangan pada persendian, algae Cephaleuros: menyerang daun teh, kopi, lada, cengkeh, dan jeruk (tropika), algae lautan: Dinoflagelata dari genus Gymnodinium dan Gonyaulax menghasilkan neurotoksin/racun saraf.
Dasar untuk mengklasifikasikan algae berdasarkan Pigmen : susunan kimianya, produk makanan cadangan : kimianya, flagela (jika ada) : jumlah dan morfologinya , dinding sel : kimia dan sifat-sifat fisiknya, organisasi sel dimana setiap sel mempunyai perangkat sel yang bervariasi (misal ada yang dilengkapi stigma, pirenoid, dan lain lain), sejarah hidup (rangkaian perubahan yang lengkap pada suatu organisme) dan reproduksi.
7.        Peranan Algae bagi manusia
Algae memiliki peranan dalam kehidupan manusia, algae banyak manfaat baik bagi manusia maupun bagi lingkungan tempat hidupnya. Beberapa jenis alga yang hidup didalam tanah yaitu mempunyai peranan penting dalam stabilitasi dan perbaikan sifat fisika tanah, yaitu dengan mengagregasi partikel-partikel dan menambahkan bahan organik. Dengan demikian alga merupakan tumbuhan yang mampu membuka kemungkinan ekosistem baru bagi kehidupan lain yang sebelumnya tidak mungkin.
Algae renik yang hidup di air merupakan bagian dari fitoplankton yang berperan sebagai komponen produsen yang mampu memfiksasi karbon melalui fotosntesis. Dinding sel diatomae banyak mengandung silika (zat kersik). Di beberapa tempt di dunia seperti oregon, nevada dn california telah ditemukan tanah diatomae, yang merupakan endapan sel-sel diatomae yang telah menjadi fosil. Tanah diatomae dimanfaatkan sebagai penggosok logam, isolasi untuk lemari pendingin, campuran tapal gigi. Selain itu diatomae sering digunakan sebagai indikator daerah minyak karena sel diatomae mengandung minyak cukup besar.

Sabtu, 27 November 2010

FISIOLOG HEWAN DAN MIKROBIOLOGI PERTEMUAN 2


MIKROBIOLOGI PERTEMUAN 2
1.       PERTUMBUHAN POPULASI
Pertumbuhan adalah penambahan secara teratur semua komponen sel suatu jasad. Pembelahan atau perbanyakan sel merupakan pertambahan jumlha individu, pembelahan sel tidak menghasilkan pertambahan jumlah individunya tetapi harus merupakan pembentukan jaringan bertambahnbesar jasadnya.
A.      Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan adalah meningkatnya jumlah sel atau massa sel ( berat kering sel ), waktu yang diperlukan dari satu sel menjadi dua sel sempurna disebut waktu generasi, waktu yang diperlukan oleh sejumlah sel atau massa sel menjdi dua kali jumlah/massa sel semula.
B.      Penghitungan Waktu Generasi
Waktu generasi dapat dihitung dari slope garis dalam semilogaritma kurva pertumbuhan eksponensial yaitu dengan rumus : slope = 0,301/waktu generasi
C.      Pengukuran Pertumbuhan
Pengukuran diukur dari perubahan jumlah sel atau berat kering massa sel, jumlah sel dihitung dari jumlah sel total yang tidak membedakan jumlah sel hidup atau mati dan jumlah sel hidup ( viable count ), alat untuk menghitung mikroba antara lain : alat Petroff-Houser Bacteria Counter (PHSC ), alat haemocytometer untuk menghitung khamir, spora atau sel-sel yang ukurannya relatif lebih besar dari bakteri. Pertumbuhan sel dihitung dari massa sel secara tidak langsung mengukur turbiditas ( tingkat kepekatan ) cairan medium tumbuh. Pengukuran turbiditas dapat diukur dengan alat antara lain : fotometer, spektofotometer, unit photometer.
D.      Pertumbuhan Populasi Mikroba
Pertumbuhan populasi mikroba  dibedakan menjadi dua yaitu : biakan sistem terbuka ( continous culture ) dan biakan sistem tertutup ( Batch culture ).
Fase-fase pertumbuhan antara lain : fase permulaan, fase pertumbuhan yang dipercepat, fase pertumbuhan logaritma ( eksponensial ), fase pertumbuhan yang mulai dihambat, fase stationer maksimum, fase kematian dipercepat dan fase kematian logaritma.
2.       FAKTOR LINGKUNGAN MIKROBA
Aktivitas mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan : faktor abiotik dan faktor biotik, mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fiisologi mikroba,
Faktor biotik terdiri dari suhu, kandungan air ( pengeringan ), tekanan osmosis dan ion-ion listrik, mikroba termofil obligat yaitu mikroba yang tidak tumbuh dibawah suhu 300c dan mempunyai suhu pertumbuhan optimum pada 500c, mikroba termofil fakultatif yaitu mikroba yang dapat tumbuh dibawah suhu 300c. Mikroba memerlukan kandungan air bebas untuk hidupnya , tekanan osmosis sebenarnya sangat erat hubungannya dengan kandungan air, sedangkan tekanan osmosis yang diperlukan dapat dikelompokkan menjadi mikroba osmofil, miroba halodurik dan mikroba halofil.
Faktor abiotik terdiri dari interaksi dalam satu populasi mikroba, dialam jarang sekali ditemukan biakan mikroba yang hidup sebagai biakan murni tetapi selalu berada dalam asosiasi dengan jasad-jasaad lain, interaksi ini ada dua macam yaitu ada interaksi positif dan interaksi negatif sedangkan interaksi antar berbagai macam populasi mikroba, apabila dua polpulasi yang berbeda berasosiasi maka akan timbul berbagai macam interaksi, interaksi tersebut menimbulkan pengaruh positif, negatif ataupun tidak ada pengaruh antar populasi mikroba yang satu dengan yang lain, nama-nama interaksinya adalah sebagai berikut: netralisme, komensalisme, sinergisme ( photokooperasi ), mutualisme ( simbiosis ), kompetisi, ammenssalisme ( antagonism ), predasi dan parasisitisme.
3.       NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA
Medium pertumbuhan adalah tempat untuk menumbuhkan mikroba, mikroba memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi dan untuk bahan pembangun sel untuk sintesa protoplasma dan bagian-bagian sel lain, susunan kimia sel mikroba relatif tetap, baik unsur kimia maupun senyawa yang terkandung didalam sel.
Fungsi nutrisi untuk mikroba yaitu setiap unsur nutrisi mempunyai peran tersendiri dalam fisiologi sel, unsur tersebut diberikan kedalam medium sebagai kation garam anorganik yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pada keperluannya, jasad hidup dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padat maupun cair ( larutan ), jasad yang dapat menggunakan makana dalam bentuk padat tergolong tipe holozoik sedangkan jasad yang dapat menggunakan makanan dalam bentuk cairan ( larutan ) tergolong tipe holofilik.
Dalam garis besarnya bahan makanan dibagi menjadi tujuh golongan yaitu : air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor tumbuh dan sumber nitrogen.
Penggolongan mikroba berdasarkan nutrisi dan oksigen, Berdasarkan sumber karbon jasad dibedakan menjadi jasad otottrof dan heterototrof, berdasarkan sumber energi dibedakan jasad fototrof dan jasad khemotrof, berdasarkan sumber donor elektron dibedakan menjadi jasad litotrof dan jasad organotrof, berdasarkan kebutuhan oksigen dibedakan menjadi jasad aerob, jasad anaerob dan jasad mikroaerob.
Interaksi antar jasad dalam menggunakan nutrient, jika dua atau lebih jasad yang berbeda ditumbuhkan bersama-sama dalam suatu medium, maka aktivitas metabolismenya secara kualitatif maupun kuantitatif akan berbeda jika dibandingkan dengan jumlah aktivitas masing-masing jasad yang ditumbuhkan dalam medium yang sama tetapi terpisah, bentuk interaksi lain adalah cross feeding yang merupakan bentuk sederhana dari simbiosis mutualisme, dalam interaksi ini pertumbuhan jasad yang satu tergantung pada pertumbuhan jasad yang lainnya karena kedua jasad tersebut saling memerlukan faktor tumbuh etensial yang disekresikan oleh masing-masing jasad.
Medium pertumbuhan mikroba, susunan dan kadar nutrisi suatu medium untuk pertumbuhan mikroba harus seimbang agar mikroba dapat tumbuh optimal
Macam medium pertumbuhan, medium dasar basa mineral, medium sintetik, medium komplaks, diperkaya.

4.       ENZIM MIKROBA
Enzim adalah katalisator organik ( biokatalisator ) yang dihasilkan oleh sel, enzim berfungsi seperti katalisator anorganik yaitu untuk mempercepat reaksi kimia.
Mekanisme bekerjanya enzim, enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktival, energi potensial hasil reaksi menjadi lebih rendah daripada pereaksi, sehingga kesetimbangan reaksi menuju hasil reaksi, adanya enzim mengakibatkan energi aktival menjadi lebih rendah, tetapi enzim tidak mempengaruhi letak keseimbangan reaksi.
Struktur enzim, pada umumnya enzim tersusun dari protein, protein penyusun enzim dapat berupa protein sederhana atau protein yang terkuat pada gugusan non-protein, banyak enzim yang hanya terdiri dari protein saja, koenzim adalah bagian yang terikat secara lemah pada apoenzim ( protein ).
Penggolongan enzim, enzim dapat digolongkan berdasarkan tempat bekerjanya substrat yang dikatalisis, daya katalisnya dan cara terbentuknya, penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya terdiri dari endoenzim dan eksoenzim, berdasarkan daya katalis yaitu oksidoreduktase, tranfarase, hidroiase, liase, isomerase, ligase, enzim lain dengan tatanama berbeda,berdasarkan cara terbentuknya enzim konstitutif, enzim adaftif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi enzimatik, protein adalah bagian utama enzim yang dihasilkan sel, maka semua hal yang dapat mempengaruhi protein dan sel akan berpengaruh terhadap reaksi enzimatik, substrat ( reaktan ), suhu, kemasaman ( pH ), penghambat enzim 9 inhibitor ), Penghambat tidak bersaing ( non-kompetitif ), penghambat umpan balik ( feed back ), penghambat listrik .

5.       BIOENERGIK MIKROBA
Bioenergik mikroba mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikroba, mikroba melakukan proses metabolisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia yang luar biasa banyaknya, proses ini terdiri dari katabolisme dan anabolisme.
Biooksidasi dan pemindahan energi, dalam sel energi kimia terdpat dalam bentuk gugus organik berenergi tinggi, yang mengandung S atau P adenosin triposfat ( ATP ) salah satu gugus berenergi tinggi yang terpenting.
Fermentasi merupakan bagian perombakan gula secara anaerob, banyak jasaad yang dapat melakukan fermentasi lewat rangkaian reaksi kimia tertentu anatara lain : jalur Emden-Meyerhoof-Panas (EMP), jalur Entner- Doudoroff (ED), jalur Heksosa Mono Fosfat (HMF), jalur Heterofermentatif bakteri asam laktat dan jalur Metabolisme asam piruvat seacar anaerob.
Respirasi adalah proses oksidasi biologis dengan O2 sebagai aseptornya yang terakhir, siklus crebs (siklus TCA ), siklus asam glioksilat.
Fotosintesis pada fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energi, proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk mengabsorpsi energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.
Penggunaan energi oleh jasad, energi digunakan dalam setiap reaksi endergonuk dan reaksi eksegonik, proses yang memerlukan energi antara lain proses biosintesis molekul kecil dan molekul makro, yang akhirnya menuju ke pertumbuhan dan pembiakan, penyerapan unsur makanan, gerak dsb.
Katabolisme makromolekul terdiri dari peruraian karbohidrat, peruraian lemak, peruraian protein dan peruraian asam nukleat. 
FISIOLOGI HEWEAN
PERTEMUAN 2
1.    FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR
Organisme menerima rangsang dari luar dan rangsang dari dalam tubuh. Dalam menanggapi rangsang ada 3 komponen yang harus dimiliki oleh system syaraf yaitu efektor(alat penerima rangsang atau impuls),penghantar impuls dan efektor(bagian yang menanggapi impuls). Struktur Reseptor: Reseptor syaraf(sederhana dan rumit) dan bukan syaraf. Jenis Rangsang: kemoreseptor(berasal dari kimia),Termoreseptor(berasal dari panas),Mekanoreseptor(berasal dari mekanik),Fotoreseptor(berasal dari cahaya),Magnetoreseptor(berasal dari magnet) dan Elektroreseptor(berasal dari listrik).
Lokasi Rangsang: Interoreseptor dan eksteroreseptor. Pada reseptor terjadi perubahan elektrokimia menjadi energy listrik dan potensial aksi. Cara berfungsinya potensial aksi yaitu reseptor menuju membrane reseptor terjadi pristiwa elektrokimia sehingga menyebabkan potensial aksi pada potensial reseptor kemudian potensial reseptor menjadi besar menuju membrane lainnya ke potensial generator dank e membrane lainnya yaitu ke sel syaraf aferen.
Terjadi perbedaan kemampuan reseptor beradaptasi terhadap rangsang, reseptor beradaptasi dengan cepat disebut adaptasi fasika sedangkan reseptor beradaptasi dengan lambat disebut adaptasi tonik. Sebuah reseptor phasic adalah reseptor sensorik yang beradaptasi dengan cepat terhadap rangsangan. Respon sel berkurang sangat cepat dan kemudian berhenti. Ini tidak memberikan informasi tentang durasi stimulus, melainkan beberapa dari mereka menyampaikan informasi tentang perubahan yang cepat dalam intensitas stimulus dan tingkat. Contoh dari reseptor phasic adalah sel Pacinia. Sebuah reseptor tonik adalah reseptor sensorik yang perlahan-lahan beradaptasi terhadap rangsangan dan terus menghasilkan potensial aksi selama masa rangsangan. Dengan cara ini menyampaikan informasi tentang durasi stimulus. Beberapa reseptor tonik secara permanen aktif dan menunjukkan tingkat latar belakang. Contoh reseptor tonik tersebut reseptor nyeri, kapsul sendi, dan otot spindle.
Efektor yaitu alat penghasil tanggapan, proses tanggapan(tanggapan perubahan gerak,warna dan pelepasan arus listrik(terjadi hanya pada ikan)).

2.    FISIOLOGI ENDOKRINOLOGI
Ada empat tujuan penting dalam system endokrin yaitu: Homeostatis, Mengatasi stress, Pertumbuhan dan perkembanganReproduksi
Endokrinologi adalah cabang ilmu biologi yang membahas tentang hormone beserta aktivitasnya. Hormon satu dari system komunikasi utama dalam tubuh meskipun kadarnya hanya dalam jumlah yang sangat kecil namun dapat menjalankan atau menghentikan proses-proses metabolik. Hormon yaitu senyawa kimia, ada dalam darah dengan kadar yang sangat rendah, fungsinya pengatur metabolism jaringan dan disekresi langsung oleh sel khusus oleh kelenjar endokrin. Sistem neuroendokrinologi bekerja sama antra system syaraf dengan system endokrin perbedaan cara kerjanya pada system syaraf, transmisi elektrik dan waktu respons cepat sedangkan pada system endokrin transmisi lambat dan waktu respons lambat. Efek hormone terhadap tubuh hewan yaitu reseptor khusus menuju organ sasaran ikatan sesuai dan tepat sehingga adanya efek biologis dan berperan dalam aktivitas kehidupan antara lain: pergantian kulit, reproduksi, pengeluaran, regenerasi, komposisi darah, pertumbuhan, perkembangan, peredaran darah, denyut jantung dan osmoregulasi semua aktivitas tersebut bekerja sama dengan system syaraf. Mekanisme kerja hormone reseptor khusus adanya aktivitasi enzim di sel sehingga reseptor sesuai dan tepat diperantai oleh duta kedua menuju ke sel sasaran sehingga metabolism dan fungsi sel aktif tanggapan nya berupa efek biologis.           
Komponen penyusun system organ endokrin sel neurosekretori(berbentuk seperti sel syaraf) sedangkan sel endokrin sejati(berbentuk tidak seperti sel syaraf). Klasifikasi hormone : Berdasarkan struktur kimia(hormone protein,steroid, asam amino dan zat kimia yang menyerupai hormone misalnya bradikinin,eritropuitin,hormone thymic dan feromon), Berdasarkan fungsi(hormone perkembangan,metabolism,trofik,pengatur metabolism mineral dan air, pengatur system kardiovaskuler).
System hormone dan pengaturannya
Tahapan proses sintesis hormone: tahap pertama, hormone disintesis didalam RE kasar terdiri dari poliribosom dan melekat pada kantung(sacculus).tahap kedua,melalui sisterne hormone dihantar ke apparatus golgi selanjutnya elemen transisi akan masuk kedalam apparatus golgi. Tahap ketiga, dalam apparatus golgi dibentuk butir-butir sekretoris yang mengandung hormone yang masih sedikit,selanjutnya seiring waktu akan menjadi dewasa. Tahap keempat, setelah dewasa buti-butir sekretoris kemudian dihantar ke membrane plasma selanjutnya terjadi difusi antara membrane plasma dengan butir-butir sekretoris dan akhirnya akan terjadi sekresi hormone yang terdapat didalam butir-butir sekretoris dengan jalan eksositosis ke dalam cairan ekstraseluler. Sintesis hormone protein langkah-langkah sintesis transkripsi dan translasi.
System endokrin pada hewan invertebrate tidak punya organ sekresi hormon sehingga di gantikan oleh sel neurosekretori fungsinya untuk pertumbuhan,perkembangan,regenerasi,reproduksi,osmoregulasi,laju denyut jantung,komposisi darah dan pergantian kulit.
System endokrin pada hewan vertebrata hipotalamus(kelenjar induk), kelenjar endokrin tepid an pituitary.

3.    FISIOLOGI PENCERNAAN

System pencernaan adalah portal untuk nutrisi mendapatkan akses ke system peredaran darah  bahan pangan yang dipecah menjadi molekul sangat sederhana dihasilkan gula, asam amino, asam lemak kemudian diangkut melintasi lapisan saluran pencernaan kedalam darah. Bahan makanan khusus hewan tergantung pada jenis system pencernaan yang mereka miliki.
Sistem pencernaan: Bahan makanan dalam system makanan mengalami proses pencernaan menjadi molekul sederhana kemudian diserap oleh tubuh kemudian homeostatis pun terjaga.
Cara memperoleh makanan, Berdasarkan kemampuan:
Hewan heterotrop yaitu kemampuan untuk mensintesis senyawa organic sangat terbatas dan berusaha memenuhi semua kebutuhan dari tumbuhan dan hewan lain.
Hewan mesotrop yaitu hewan yang dapat mensintesis sendiri senyawa organic esensial, namun masih memerlukan factor pertumbuhan yang tidak dapat disentesis sendiri sehingga tetap memerlukan senyawa organic dari sumber lain. Cara makan dan jenis makanan hewan sangat bervariasi tergantung pada susunan alat pencernaan dan kemampuan menyerap makanan. Hewan yang hidup menetap mendapatkan makanan dengan cara menjaring(trapping method) dengan alat “knidoblas” atau nematosit yang dilengkapi racun.
Hewan “non selective feeder” yaitu hewan ini tanggap terhadap senyawa kimia atau rangsang,hewan filter feeding yang tidak memilih makanan mekanisme menyaring dapat diaktifkan atau dihentikan sedangkan hewan selective feeder hewan filter feeding yang memilih dan menggunakan makanan secara selective dengan cara menangkap atau memangsa. Cara memperoleh makanan harus didukung oleh alat yang memadai.
Fungsi organ pencernaan makanan: Ingesti yaitu memasukkan makanan kedalam tubuh, Digesti yaitu mengubah bahan makanan kompleks menjadi sederhana, Absorpsi yaitu menyerap hasil pencernaan dan membawanya kedalam darah, Eliminasi yaitu mengeluarkan makanan yang tidak tercerna dan tidak diserap oleh tubuh.
Pada hewan tingkat tinggi makanan dicerna didalam saluran yang sudah berkembang dengan baik. Pencernaan makanan berlangsung didalam organ gastrointestinal(secara ekstraseluler). System gastrointestinal tersusun atas berbagai organ yang secara fungsional dibedakan menjadi:
Daerah penerimaan(mulut,oesopagus),penyimpanan(lambung),pencernaan dan penyerapan nutrient,penyerapan air dan ekskresi.
Khusus organ unggas: crop, gizzard,proventiculus,dan cloaca.
Pencernaan  makanan terdiri dari pencernaan kerbohidrat,pencernaan protein dan pencernaan lemak.
Penyerapan sari makanan terdiri dari penyerapan karbohidrat(monosakarida),penyerapan protein(asam amino)dan penyerapan lipid(gliserol).
Proses pasca penyerapan makanan
Setelah sampai didalam sel, sari makanan(karbohidrat,protein dan lipid) akan dimetabolisme lebih lanjut dan digunakan untuk menghasilkan ATP, terutama melalui siklus krebs(siklus asam sitrat), makanan yang masuk kedalam tubuh akan mengalami berbagai proses antara lain:
Pada mulanya, bahan makanan yang terdiri atas karbohidrat, lipid, dan protein dicerna menjadi gula, asam amino, asam lemak, dan gliserol. Hasil-hasil pencernaan tersebut selanjutnya diserap oleh sel epitel mukosa usus, dan diteruskan ke darah(langsung ke pembuluh darah atau melalui pembuluh lacteal terlebih dahulu) hingga akhirnya sampai k easel tubuh.



4.    FISIOLOGI SIRKULASI

System sirkulasi mempunyai fumgsi antara lain: Menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen, Menjamin pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera, Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh, Menyebarkan tekanan/ kekuatan. System sirkulasi pada hewan tergantung tingkat perkembangan tubuh hewan pada hewan tingkat rendah sederhana sedangkan pada hewan tingkat tinggi sudah lebih lengkap.
Komponen system sirkulasi
System sirkulasi tersusun atas 3 komponen penting yaitu: jantung, pembuluh dan cairan tubuh.
1.     Jantung

Komponen system sirkulasi yang berfungsi sebagai pompa penggerak cairan tubuh disepanjang pembuluh.
2 jenis jantung: jantung tubuler/vaskuler dan jantung berongga.
·          Jantung tubuler/vaskuler, terdapat pada hewan invertebrate bentuk sederhana dan tidak memiliki klep bekerja secara kontruksi peristaltic sehingga disebut juga jantung peristaltic.
·          Jantung berongga, terdapat pada hewan vertebrata merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh dan mampu memprtahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep,gerakan memompa jantung merupakan kekuatan utama yang menjamin kelancaran aliran darah kontraksi otot jantung terjadi secara periodic.
Kontraksi miogenik yaitu kontraksi yang diawali kekuatan dari dalam otot jantung itu sendiri akibat pengaruh system syaraf otonom atau hormon.
Factor-faktor yang mempengaruhi ritme denyut jantung: Rangsang kimiawi seperti hormon dan perubahan kadar O2 dan CO2 ataupun rangsang panah, Hormon Adrenalin meningkatkan kontraksi jantung, Hormon Asetilkolin menurunkan denyut jantun, Peningkatan kadar CO2 meningkatkan kontraksi jantung, Berbagai rangsang psikis mempengaruhi kecepatan denyut jantung.

2.     Pembuluh
Saluran yang akan dilewati/dilalui oleh cairan yang beredar keseluruh tubuh, melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Pembuluh darah yaitu saluran khusus untuk mengalirkan darah antara lain: Arteri, vena dan kapiler. Arteri dan vena tersusun atas 3 lapisan jaringan melingkar dan membentuk saluran/lumen dibagian tengahnya. Nama lapisan dari arah dalam keluar ialah tunika intima(endotelium), tunika media dan tunika adventitia. Pembuluh kapiler hanya tersusun oleh tunika intima. Kapiler merupakan pembuluh darah terkecil dalam system sirkulasi fungsinya tempat pertukaran gas dengan zat lainnya antara pembuluh darah dan sel jaringan karena struktur sangat tipis dan hanya satu lapis sel endothelial, total luas permukaannya yang sangat besar.

3.     Cairan tubuh
      Fungsi umum darah: mempertahankan kondisi lingkungan dalam keadaan relative konstan,
Mekanismenya disebut Homeostatis. Fungsi khusus darah: mensuplai zat- zat makanan dari saluran pencernaan ke jaringan-jaringan,mensuplai oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan,membawa dan membuang zat-zat yang tidak berguna dari jaringan-jaringan ke organ-organ ekskresi,mendistribusikan sekresi kelenjar endokrin dan zat lain yang mengantur fungsi sel dan membantu menyelenggarakan keseimbangan komposisi air dalam berbagai organ tubuh.
Cairan darah, cairan dalam pembuluh darah yang beredar keseluruh tubuh mulai dari jantung dan segera kembali ke jantung.
Kandungan zat terlarut didalam plasma darah:
·          Nutrient: glukosa, monosakarida, asam amino dan lipid
·          Bahan untuk dibuang: urea dan senyawa nitrogen
·          Berbagai ion, misalnya natrium, kalium dan sulfat
·          Bahan lain yang terdapat dalam darah, mis hormon,gas respiratori, vitamin dan enzim
·          Protei plasma: albumin, globulin dan fibrinogen.
Mekanisme system sirkulasi terbuka: Relaksasi otot jantung(tekanan negative dalam rongga jantung),terjadi kekuatan mengisap darah secara aktif sehingga cairan tubuh tersaring dan secara perlahan kembali ke jantung melalui ostia(lubang pada jantung)terjadi gelombang peristaltic pada dinding aorta yang mendorong darah ke arah kepala,darah akan keluar dan mengalir bebas diantara sel jaringan. Mekanisme system sirkulasi tertutup:  jantung bekerja dengan melakukan gerakan memompa secara terus-menerus,tekanan dipertahankan tetap tinggi mengakibatkan darah yang keluar dari pembuluh akan segera masuk kembali ke jantung dengan cepat akibatnya darah mengalir secara langsung ke setiap sel tubuh,pasokan sari makanan dan oksigen dalam jumlah yang memadai ketiap sel proses metabolisme dapat terselenggara dengan baik.
FISIOLOGI RESPIRASI
Respirasi terdiri dari respirasi internal dan respirasi eksternal, Respirasi seluler: respirasi anaerob ATP yang dihasilkan tanpa oksigen,ATP yang dihasilkan tidak banyak sedangkan respirasi aerob ATP yang dihasilkan dengan oksigen,ATP dihasilkan 36-38 molekul. Penganturan respirasi, prosesnya diatur oleh syaraf sehingga mencukupi O2 dan membuang CO2 secara kimiawi dan sarafi menjaga keseimbangan kadar oksigen dan kadar karbondioksida dalam tubuh.
Organ respirasi akuatik: kulit(inaktif) dan insang(aktif),insang dalam(ikan hewan air)insang luar(larva katak). Organ respirasi pada ikan terdapat kantong udara fungsinya mengatur daya apung tubuh hewan(buoyancy) agar dapat bergerak naik atau turun berperan dalam proses respirasi,mekanismenya mensekresikan gas(sebagian oksigen)atau mengabsorpsinya kembali sehingga gelembung udara akan menyusut atau mengembang.
Organ respirasi terrestrial: paru-paru difusi(modifikasi dari insang, pertukaran gas tidak dipengaruhi oleh pertukaran udara,tetapi oleh laju difusi gas,struktur berupa rongga mantel contoh bekicot tidak bercangkang),paru-paru buku(ditemukan pada arakhnida contoh laba-laba dan kalajengking), trachea(organ pernapasan pada insecta) dan paru-paru alveoler(amfibia masih sederhana dan kurang elastic,aves dan reptil).
Mekanisme respirasi, mekanisme inspirasi yaitu pembesaran rongga thorax yang diikuti mengembangnya paru-paru sehingga tekanan dalam paru-paru lebih rendah dari tekanan udara luar,akibatnya udara mengalir masuk ke dalam paru-paru. Mekanisme ekspirasi yaitu pengecilan dari rongga thorak dan paru-paru yang diikuti oleh pengeluaran dari paru-paru.
Transport zat dalam system respirasi yaitu transport O2 dan CO2
Fungsi lain system respirasi cara chloride shift mekanisme untuk menjaga keseimbangan elektrik antara plasma darah dan sel darah merah, mengatur perpindahan ion Cl- kea rah tertentu sebagai imbangan bagi kepindahan ion HCO3- kearah yang berlawanan dengan arah yang ditempuh ion Cl -.
Keuntungan dan kerugian hewan yagan dankerugian hidup di akuatik dan terrestrial:
·          Hewan akuatik mengeluarkan energy lebih banyak daripada hewan terrestrial untuk mendapatkan oksigen
·          Hewan yang bernapas di udara harus mengeluarkan energy tambahan untuk melawan gaya gravitasi
·          Hewan yang bernapas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik
·          Hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 ke lingkungannya.